Minggu, 26 Oktober 2008

Car Free day Diwarnai SIM Keliling

SIM Keliling Pada Car Free Day

Jakarta – Guna mempermudah masyarakat memperpanjang SIM, Direktorat Lalu LIntas Polda Metro Jaya menggelar Pelayanan SIM keliling pada pelaksanaan car free day di Jalan Sudirman-Thamrin, Minggu (26/10) pagi.

Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan pada hari bebas kendaraan bermotor ini mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat. Pasalnya mereka dapat melakukannya sambil berolah raga. Selain itu, kesibukan bekerja membuat warga menyambut baik kebijakan pelayanan SIM di hari libur, dibanding jika mereka harus mendatangi kantor Satpas SIM. “Ini merupakan solusi bagi masyarakat yang bekerja dan hanya punya waktu di hari libur. Sambil olah raga, bisa mengurus SIM,” kata Wijaya, Warga Jakarta Timur seraya tersenyum.

Kepala Seksi SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Gatot Subroto mengatakan sepanjang Minggu kemarin, disediakan tiga unit mobil perpanjangan SIM di tiga titik yang termasuk dalam jalur pelaksanaan car free day. Titik-titik itu masing adalah di depan Monas, Bundaran Hotel Indonesia dan Pintu 7 Senayan. Menurutya, hingga pelaksanaan selesai, tercatat ratusan pengunjung yang memperpanjang jenis SIM A dan C.

Ditambahkan Gatot, selain di tiga lokasi tersebut, dua unit mobil SIM juga disiapkan di dua lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat untuk berolahraga, yaitu Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Program ini kami namakan sunday morning service. Program ini merupakan bentuk implementasi dari kebijakan Polri tentang peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. “Jika dalam evaluasi nanti program ini dinilai berhasil, akan kita lanjutkan setiap ada kegiatan car free day,” tambahnya. (Bch)

BD Heroin Digeb

Tiga Bandar Heroin Dibekuk Petugas

Jakarta – Tiga pengedar dan pemakai narkotika yang tengah berpesta di sebuah kontrakan yang berlokasi di Jalan Pisangan Lama, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (24/12) sore diamankan petugas Satuan Unit Narkoba Polres Jakarta Timur. Dari tangan ketiga tersangka petugas menyita barang bukti berupa 30 gram heroin dan beberapa jarum suntik yang rencananya digunakan untuk pesta putau.

Ketiga tersangka yang kesemuanya merupakan warga Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur tersebut masing-masing diketahui bernama Dodi (30), Mario (28) dan Ivan (27). Pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menyimpan puluhan gram heroin yang mereka milik ke dalam celana dalam. Namun petugas yang telah melakukan observasi dari laporan warga sekitar tentang maraknya peredaran narkoba di kawasan tersebut, tak mudah tertipu.

Berdasarkan keterangan saat diperiksa, Dodi salahs eorang tersangka mengaku mendapat suplai barang dari seorang lelaki berkewarganegaraan Nigeria . Menurutnya, barang tersebut biasannya akan dijual kembali olehnya di Kawasan Jakarta Timur

Kanit III Narkoba Polres Jakarta Timur, AKP Bambang TW mengatakan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. “Kita masih melakukan pengejaran terhadap warga negara asing yang menyuplai barang haram tersebut,” ujarnya. (Bachtiar)

Pria Tewas Dianiaya

Diduga Dianiaya, Pria Tewas Setelah Sehari Dirawat



Jakarta - Diduga kuat menjadi korban penganiayaan, seorang lelaki bernama Indra (38), warga Utan Jaya RT 22/ 01, Kemayoran, Jakarta Pusat , Jumat (24/10) malam, menghembuskan nafas terakhirnya. Korban yang sempat mendapatkan perawatan sejak sehari sebelumnya di RS AL Mintohardjo, tewas dengan luka berat di bagian kepala dan wajahnya yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Peristiwa berawal ketika korban ditemukan, Purwadi (40), pengojek yang kerap mangkal tak jauh dari POM Bensin Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. “Sebelumnya dia datang dengan jalan kaki dari arah Karet Bivak ke Pejompongan. Dia sempat minta uang kepada petugas POM bensin tetapi tak diberikan dan memilih duduk di Jalan raya tak jauh dari pintu keluar POM Bensin,” kata Purwadi yang ditemui wartawan di dekat pangkalannya.

Melihat banyaknya darah yang keluar dari luka pada bagian kepala, Purwadi dan teman-temannya kemudian membawa korban ke RS. AL. Mintohardjo untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun karena luka dalam yang dideritanya terlampau parah, korban akhirnya meninggal dunia.

Petugas Polsek Tanah Abang yang menangani kasus ini kemudian mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk divisum. Hingga kini petugas masih menyelidiki penyebab dan pelaku yang mengakibatkan korban tewas. Hingga dini hari belum ada satupun pihak keluarga korban yang mendatangi RSCM. (Bachtiar)

Kuli Bangunan Mencuri

Berniat Mencuri, Kuli Bangunan Nyaris Babak Belur



Jakarta - Tertangkap basah ingin mencuri di Universitas Muhammadiyah Profesor Doktor Hamka yang berlokasi di Jalan Limo II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seorang lelaki berusia 40 tahun, Jumat (24/10) malam, babak belur dihajar massa. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Ngadirian (40), warga Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur akhirnya diserahkan ke Polsek Kebayoran Baru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan keterangan Puryono (33), petugas keamanans setempat, pelaku diketahui berhasil masuk ke dalam lokasi kampus dengan cara menjebol plafon Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat ruang B 42. Agar berhasil masuk ke dalam plafon, Ngadirian menata meja dan tangga sebagai pijakan. Naas bagi Ngadirian, sebalum aksinya berhasil dijalankan, Puryono yang tengah melakukan patroli memergokinya. Puryono akhirnya ditangkap.

Ulah Ngadirian sempat membuat warga sekitar yang mengatahui kejadian tersebut menjadi geram hingga berniat memukulinya sebelum dibawa ke kantor polisi. Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, Ngadirian akhirnya diamankan di ruang auditorium. Ketika itulah, beberapa petugas keamanan setempat merasa yakin bahwa wajah Ngadirian pernah dikenal mereka

Saat dimintai keterangan, Ngadirian mengakui bahwa dirinya pernah bekerja sebagai kuli bangunan di Universitas Uhmaka. Hal itulah yang membuatnya mengetahui seluk beluk lokasi incarannya. Petugas Polsek Kebayoran Baru yang datang ke nlokasi kemudian menggelandang pelaku ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Bachtiar)

Pertahankan Motor Ojekers Terluka

Pertahankan Motor, Tukang Ojek Terluka

Jakarta - Seorang tukang ojek nyaris kehilangan motornya akibat menjadi korban kejahatan di Kampung Bali XXVI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (25/10) dini hari. Meski berhasil menyelamatkan kendaraan roda dua miliknya, namun korban yang diketahui bernama Yayah (54), terpaksa dilarikan ke RS. AL Mintoharjo, Jakarta Pusat karena menderita luka sobek di bagian wajahnya.

Menurut keterangan Sutarno, warga di sekitar lokasi kejadian yang menolong korban, peristiwa berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB. “Dia bilangnya nyaris jadi korban perampasan motor sama pelanggannya. Menurut korban, dia mendapat pelanggan di pangkalannya di Kawasan Kebon Kacang. Si penumpang bilang minta diantar ke Benhil. Tapi di tengah jalan si penumpang minta diantar ke Kampung Bali terlebih dahulu dengan alasan ingin mengambil baju,” ujar Sutarno.

Sesampainya di tempat sepi, ternyata si penumpang berusaha merampas motornya dengan cara mengancam menggunakan senjata tajam. “Korban berusaha melawan dan akhirnya terluka di bagian pipi kanan hingga robek di bagian bibir. Untung motor yang dikendarainya tak berhasil diambil karena warga sekitar telah berdatangan. Pelaku akhirnya melarikan diri,” lanjutnya.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanah Abang. Petugas yang datang bergegas membawa korban yang tercatat sebagai warga Kampung Poncol 08/01, Ciledug, Tangerang, ke Rumah Sakit Angkatan Laut Montohardjo, Jakarta Pusat, untuk mendapat perawatan. Sementara motor Yamaha Vega R bernopol B 6670 PKE milik korban dijadikan barang bukti. Hingga kini petugas Polsek tanah Abang masih melakukan penyelidikan dan pengajaran terhadap pelaku yang telah melarikan diri. (Bch)

Tewas Jatuh dari kereta

Lelaki Tak Dikenal Tewas Terjatuh dari Kereta
Jakarta - Seorang lelaki tanpa identitas, meninggal dunia setelah terjatuh dari kereta api listrik (KRL) ekonomi jurusan Jakarta Bekasi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kamis (23/10) malam, tepatnya di depan Mal Klender, Duren Sawit, Jakarta News. Belum dapat dipastikan apakah peristiwa tersebut merupakan kecelakaan atau unsur kesengajaan.
Warga sekitar yang mengetahui adanya korban yang terjatuh dari kereta api bergegas membawanya ke rumah sakit Islam Pondok Kopi. Namun karena luka berat di bagiab kepala, lelaki berperawakan tinggi sekitar 169 Cm dengan kulit sawo matang dan berusia kisaran 35 tahun itu akhirnya meninggal dunia.
Petugas Polsek Duren Sawit yang menangani kejadian ini kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSCM untuk divisum. Petugas juga masih menyelidiki penyebab pasti terjatuhnya korban. (Bch)

Bayi Tewas

Bayi Tewas di Pembuangan Sampah
Jakarta - Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, Kamis (23/10) pukul 19.30 WIB, ditemukan di lokasi pembuangan sampah PAL RT 07/04, Tugu, Cimanggis, Depok.
Saat ditemukan warga sekitar, Jenazah bayi yang masih lengkap dengan tali pusarnya ini terbalut sarung kotak-kotak hijau biru, dengan kaos putih kerah biru berlogo Yayasan Asma Indonesia Klub Asam Tugu Ibu dan terbungkus plastik hitam. Yang lebih memilukan, pada bagian hidung korban tampak luka lecet memar berwarna merah kebiru-biruan. Diduga korban menghembuskan nafas terakhirnya karena saluran pernafasannya ditutup hingga menimbulkan bekas memar.
Menurut keterangan Nuryani (39), warga sekitar, plastik hitam berisi korban didalamnya, dibuang oleh dua lelaki berusia kisaran 40 tahun. Petugas Polsektro Cimanggis hingga kini masih menyelidiki identitas kedua lelaki yang disebutkan saksi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSCM untuk divisum. Sementara sarung dan kaos yang digunakan membungkus korban dijadikan barang bukti. (Bch)

Judi Togel

Tiga Pengedar Judi Togel Ditangkap
Jakarta - Tiga pengedar dan pemain judi togel diamanakan petugas Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Jalan Maharaja, Perum Maharaja, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Depok, Kamis (23/10) pukul 15.00 WIB. Dari tangan ketiga tersangka yang masing-masing berinisial NAS, IR dan AR, petugas menyita 6 lembar rekapan angka pasangan togel dan uang tunai sebesar 249 ribu rupiah.
Penangkapan ketiga tersangka berawal dari laporan warga sekitar yang mengatakan bahwa di kawasan Pancoran Mas masih marak dengan aktifitas judi togel. Di bawah pimpinan AKP Hadi Mulyo, petugas kemudian melakukan observasi di lokasi sekitar. Hasilnya, petugas menangkap basah ketiga tersangka yang berikut barang bukti rekapan dan uang hasil penjualan kupon togel.
Ketiga tersangka kemudian digelandang ke Dit Reskrimum Um Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap besar yang berada di belakang ketiga tersangka. (Bch)

Kasus Ricuh PN Jakarta Pusat

Dua Pengeroyok Boy Waroka Dibekuk

Jakarta - Aparat Polres Jakarta Pusat menangkap dua tersangka yang terlibat kericuhan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat beberapa hari lalu yang menyebabkan seorang pengunjung sidang bernama Boy Waroka terluka. Selain mengamankan kedua tersangka, petugas menyita sebuah pisau, konblok, ikat pinggang , baju dan celana bernoda darah serta beberapa barang bukti lainnya.

Dalam press release yang digelar Kamis (23/10) sore, kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ike Edwin mengatakan kedua tersangka di tangkap di tempat yang berbeda. Alex Wattimena (50) ditangkap di rumahnya yang berlokasi di Binong Permai B 14 No 8 RT07/02 Binong, Curug, Tangerang, Banten. Sementara Aldo Hitipeuw (29) dibekuk di depan Pom Bensin Berlan, Matraman, Jakarta Timur. Penangkapan kedua tersangka berdasarkan bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian. Dalam kesempatan yang sama, Kapolres mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan kasus ini untuk mengungkap identitas pelaku pembunuhan seorang pengunjung sidang lainnya bernama Stanley Mukuan. “ Ada kemungkinan tersangka bertambah,” ujar Kapolres.

Dikatakan Ike Edwin, berdasarkan keterangan tersangka saat dilakukan pemeriksaan sementara, penyebab kericuhan berawal ketika Boy Waroka berbuat onar dengan menendang pot bunga dan tong sampah yang ada di lantai 3 PN Jakarta Pusat, seusai mendengar keputusan hakim yang menunda persidangan. “Kedua tersangka akan dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tukas Ike Edwin. (Bch)

Kamis, 23 Oktober 2008

Kios Air

Kios Air Untuk Suplai Air Bersih

Jakarta – Guna memenuhi kebutuhan air bersih, PT Pam Lyonnaise Jaya (Palyja), Kamis (23/10), pagi, mengoperasikan Kios Air yang kedua.di Kelurahan Kamal Jakarta Barat. Kios dengan kapasitas 5 m3 (5.000 liter) ini diharapkan dapat melayani sekitar 150 kepala keluarga dengan tarif Rp 400 per jerigen atau 20 liter.

Corporate Communication Head (Palyja) Meyritha Maryanie mengatakan pengelolaan kios mandiri itu selanjutnya akan dilakukan secara mandiri. "Pengelolaannya dipimpin oleh satu orang tokoh masyarakat yang dipilih oleh warga," ujarnya. Dikatakan Meyritha, meski masyarakat tak mendapat air secara gratis, namun harga yang ditetapkan di kios air tersebut sangat jauh lebih murah dibandingkan membeli air pikulan. Di kios air, masyarakat dapat memperoleh dua jerigen air dengan harga 800 rupiah. Sementara dengan membelil air pikulan, masyarakat harus mengeluarkan uang antara 1500 hingga 2000 rupiah. Ditambahkannya, pengelola kios air dipastikan akan mendapat keuntungan lumayan. Pasalnya Palyja menetapkan harga Rp 3.550 per m3 atau Rp71 per jerigen dengan kapasitas 20 liter.

Selain mengoperasikan kios air kedua, Palyja juga meluncurkan Palyja Layanan Keliling (Paling) kedua yang dilokasikan di Pasar Centra Rawa Buaya Jakarta Barat. Paling itu selanjutnya akan melayani aktivitas pembayaran rekening air bersih, permohonan sambungan baru dan berbagai informasi tentang air bersih. Di hari yang sama, Palyja juga meresmikan Kantor Unit Pelayanan Palyja Selatan di Jl Dharmawangsa Raya Jakarta Selatan serta dan. Acara peresmian ditandai dengan halal bihalal antara karyawan dan manajemen PT Palyja. (Bachtiar)

Mati Untuk Teman

Bela Harga Diri teman, Pelajar SMA Tewas Terbunuh

Jakarta - Niat membela kehormatan teman, seorang pelajar SMA, Kamis (23/10) malam, tewas terbunuh di Perumahan Reni Jaya, Jalan Jawa 3 RT 0506, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang. Korban yang bernama Reza Danizal (17), Tangerang warga Jalan Ampera RT 10/03, Serpong, Tangerang, tewas dengan satu tusukan di lehernya.
Peristiwa itu bermula ketika Reza mendengar cerita sahabatnya, Kiki. Kepada Reza, Kiki mengeluh bahwa bahwa kekasihnya dua hari lalu akan diperkosa oleh seorang lelaki bernama Satria (21), yang berdasarkan informasi adalah seorang mahasiswa semester satu Universitas Pamulang. Kiki pun meminta Reza untuk menemaninya menanyakan langsung kebenaran berita tersebut kepada Satria. Sebagai seorang sahabat, Reza pun memenuhi ajakan tersebut.
Singkat cerita, sekitar pukul 19.30 WIB, Kiki bersama Reza dan beberapa teman lainnya akhirnya berhasil menemui Satria yang tengah bersama dua temannya di Perumahan Reni Jaya. Tanpa basa-basi, Kiki pun menanyakan langsung kebenaran tindakan Satria yang akan menyetubuhi pacarnya. Tanpa diduga, Satria ternyata tak mebantah pertanyaan itu. Ribut mulut yang berbuntut baku hantam pun terjadi. Tanpa disangka Kiki dan kawan-kawan, Satria ternyata mengeluarkan pisau yang dibawanya dan mengayunkannya ke mereka. Tak mau gegabah, Kiki dan teman-temannya lalu bergerak mundur seraya menghindari ayunan belati Satria. Namun, naas bagi Reza yang tertusuk di bagian lehernya. “Kita tak ada yang tahu kalau Reza tertusuk,” Asro, salah seorang rekan korban yang turut datang ke lokasi kejadian saat ditemui wartawan di rumah sakit.
Melihat salah seorang korbannya terjatuh, Satria dan kedua temannya bergegas melarikan diri. Sementara Kiki dan teman-temannya bergegas membawa Reza yang telah tersungkur bersimbah darah ke RS Bakti Husada di Pasar Gaplek. Namun karena luka yang diderita terlampau parah, pelajar Kelas satu SMK Gunadarma Bangsa ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir di perjalanan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pamulang, Jakarta Selatan. Hingga kini petugas Polsek Pamulang yang menangani kasus ini masih melakukan pengejaran terhadap Satria dan kedua temannya.. (Bachtiar)

KDRT Polisi

Ayunan Tangan Besi Polisi Untuk Sang Pendamping

Jakarta - Selayaknya, polisi menjadi penegak hukum. Namun apa jadinya jika para penegak hukum ini justru menjadi pelaku kejahatan? Bahkan di lingkungan terkecil di keluarganya.
Seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Seorang polisi berpangkat perwira dilaporkan istrinya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya karena tindak kekerasan yang dilakukannya di tempat tinggalnya yang berlokasi di Jl. Ayub Gg. B RT.011/01 Pejaten Barat, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Tak tanggung-tanggung, kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan polisi berinisial AKP SR ini telah berlangsung selama 20 tahun usia pernikahannya. Tak hanya sang istri yang berinisial Dra.R.I, bahkan putrinya, MR pun turut menjadi korban olehnya.
Peristiwa serupa terjadi Agustus lalu. MA(28, seorang penyanyi dangdut yang pernah menjadi duta narkoba, juga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh suaminya, Ajun Inspektur Dua (Aipda) berinisial WTA. Penganiayaan yang diterimanya itu sendiri berpangkal dari permintaan MA atas stastus hubungan mereka. Awalnya, Jumat (22/10) siang, MA mendatangi Polda Metro Jaya, tempat dimana sang suami bertugas. Karena sang suami tak juga mau menemuinya, MA pun membawa pulang mobil yang dikendarai suaminya. Dua hari kemudian MA yang kesal karena tak mendapat respon, kembali mendatangi WTA di kediamannya di bilangan Joglo, Jakarta Barat. Namun bukan sambutan hangat yang diterimanya. Alih-alih, sang suami bersama istri pertamanya yang merasa kesal malah memukuli MA yang telah berhasil masuk dengan cara memanjat pagar dan mendobrak rumah. Walhasil MA pun mengalami luka memar di kepala, tangan dan kakinya.
Masih ada pula kisah tentang penganiayaan yang dilakukan oleh seorang anggota Brimob Polda Metro Jaya berinisial Bripda JS yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena tindakannya yang kerap menyiksa istrinya, RH (37). Selain penganiayaan fisik yang dimulai sejak pernikahan mereka di tahun 200 silam, JS juga sering mengancam istrinya dengan sebilah pisau. Atas tindakannya itu, JS akhirnya berurusan dengan Provost Polda Metro Jaya.

Stress Kerja Dibawa Pulang

Menanggapi tindak kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan aparat kepolisian, Kriminoloh UI, Adrianus Meilala mengatakan hal tersebut tidaklah mengherankan. Menurutnya, keluarga aparat penegak hukum memang kerap dekat dengan kekerasan. Hal tersebut dikarenakan pengaruh pekerjaan yang bernuansa fisik. Pengaruh itu sendiri menurutnya tak hanya berpengaruh pada pasangan hidupnya, namun juga pada keturunannya. "Di mana-mana jarang anak keluarga polisi yang bahagia. Itu terkait dengan cara kerja polisi, dalam hal ini waktu bisa 24 jam. Pekerjaan buat anggota polisi merupakan istri pertama," tukas Adrianus. "Budaya polisi sendiri yang mengidap kecurigaan. tidak mudah percaya. ujung-ujungnya penuh dengan konflik yang akhirnya bermuara pada benturan benturan fisik," ujarnya.
Selain pekerjaan, faktor lain yang berpengaruh adalah status. "Pada dasarnya pria lebih tinggi dari segi status. Sifat pria akan lebih sensitif saat hal itu tidak terjadi. Diakui atau tidak, menurut Adrianus sampat saat ini masih banyak polisi yang mencari pendamping dari kalangan keluarga berada, misalnya mereka yang berprofesi sebagai dokter ataupun pengusaha sehingga kehidupan keluarga mereka akan lebih terjamin. "Pada waktu usia pernikahan masih muda, kondisi itu akan terlihat saling menopang, Tapi saat pernikahan telah menapak jenjang lebih dewasa, sang istri akan mulai terasa dieksploitasi atau dimanfaatkan," jelasnya.
Senada dengan Adrianus, kriminolog UI lainnya, Erlangga Masdiana membenarkan bahwa tingkat emosional petugas kepolisian memang lebih tinggi dibanding mereka yang mempunyai profesi lain. "Penegak hukum kita cenderung melakukan tindakan kekerasan karena faktor stress terhadap pekerjaannya. Kondisi itu berimbas ke kehidupan rumah tangganya di mana tekanan di kantor terbawa ke dalam rumah," kata Erlangga. "Tingkat rumah tangga di aparat penegak hukum umumnya bisa dibilang kurang harmonis. Berdasarkan riset, aparat penegak hukum yang bekerja di dalam kantor cenderung lebih humanis. Kurang harmonisnya kehidupan rumah tangga bisa disebabkan karena waktu bertemu yang minim. Ditambah lagi unsur keuangan anggota kepolisian yang mendapatkan gaji rendah," imbuhnya.
Erlangga meyakinkan, guna mencegah terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga yuang dilakukan anggota kepolisian, bisa dilakukan dengan beberapa cara. Solusi untuk jangka panjang diantaranya dengan memikirkan tingkiat kesejahteraan yang layak. Sementara untuk jangka pendek, bisa dilakukan dengan rotasi. “Polisi juga harus diajak lebih relax. Beban pekerjaan harus lebih dikurangi,” sahut Erlangga.
Masih terkait dengan alternatif pemecahan masalah KDRT yang dilakukan polisi, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Condro Kirono mengatakan salah satunya bisa dilakukan dengan cara tes psikologi. Menurutnya dengan cara itu, bisa diketahui karakter, prilaku dan kepribadian yang akan mempengaruhi tingkah laku anggota kepolisian bersangkutan. "Kalau dia arogan pasti akan ketahuan melalui tes psikologi. Ditegaskannya, seorang polisi sepatutnya mempunyai tingkat emosi yang stabil, ramah dan sopan. (Bachtiar)

Selasa, 21 Oktober 2008

Gudang Susu Didatangi Perampok

Gudang Susu Didatangi Perampok



Jakarta – Sebuah gudang susu yang berlokasi di Jalan Kolonel Sugiyono RT 18/06, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (22/10) dini hari didatangi komplotan perampok. Meski tak mengambil harta berharga, namun para pelaku sempat mengikat penjaga gudang yang membuka usaha warung rokok di depan lokasi tersebut.

Informasi yang dihimpun SH, kejadian berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB. Para pelaku diketahui datang ke lokasi menggunakan kendaraan avanza. Setibanya di sana , tiga pelaku yang turun dari dalam mobil, segera mendatangi Udin yang tengah berada di dalam warung rokok. Dibawah ancaman senjata tajam, Udin kemudian dipaksa untuk membuka kunci gerbang dari gudang susu yang dijaganya itu.Sesampainya di dalam, para pelaku mengikat Udin di teras gudang dan kemudian melangkah masuk ke dalam ruang perkantoran. Setelah beberapa saat berada di dalam, para pelaku kemudian melarikan diri meninggalkan Udin dalam keadaan terikat.

Sementara itu, Rita, pemilik gudang yang datang ke lokasi pagi ini mengatakan, para pelaku tak mengambil satupun benda berharga yang berada di dalam gudang ataupun kantor miliknya. Melihat dari kondisi pintu yang tak rusak, pelaku diperkirakan masuk tanpa cara paksa. Kapolres Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Hassanudin yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengaku pihaknya belu menerima laporan terkait percobaan perampokan tersebut. Kasus ini hingga kini masih dalam penanganan Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur. (Bch)

Tewas Ditusuk di PN Pusat

Pengamanan PN lemah, Pengunjung Sidang Tewas Tertusuk

Jakarta - Seorang pengunjung tewas dan seorang lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (21/10) sore, usai persidangan kasus pembunuhan Manager Hotel Klasik. .

Humas PN Jakarta Pusat Sugeng Riyono yang dihubungi SH pagi ini mengatakan insiden berdarah yang terjadi di Pengadilan Jakarta Pusat kemarin sore tak akan mengganggu aktifitas persidangan hari ini ataupun hari-hari berikutnya. Tak ada police line yang terpasang seperti olah TKP yang kerap dilakukan petugas kepolisian saat menangani kasus pembunuhan. Menurutnya, hal tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak Polres Jakarta Pusat. “Persidangan selanjutnya tetap akan berjalan. Ruangan persidangan juga bisa digunakan kembali. Tak ada police line karena keterbatasan ruangan yang akan digunakan untuk persidangan,” ujarnya.

Disinggung mengenai lemahnya pengamanan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Sugeng membantahnya. “Sebenarnya pengamanan sudah bagus. Petugas yang berjaga sesuai dengan tingkat kerawanan dan keramaian sidang. Kemarin waktu demo sidang FPI pun polisi yang berjaga juga banyak. Cuma ini kan sidangnya umum dan berlangsung malam. Polisi yang ditugaskan hanya satu, lainnya Satpam. Kejadiannya juga cepat,” jelasnya. “Peristiwa itu juga terjadi setelah persidangan selesai,” tambahnya. Ditanya perihal motif dibalik penusukan tersebut, dirinya menerangkan hal itu adalah kewenangan kepolisian selaku penyidik. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpunnya, kedua korban berasal dari pihak Didik Pontoh yang tewas terbunuh

Meski demikian, Sugeng mengakui kericuhan yang berbuntut kematian seorang pengunjung sidang itu akan menjadi catatan baginya guna memperkuat sistem pengamanan di PN Jakarta Pusat. Berdasarkan pantauan SH, di pintu pengadilan negeri di Jakarta memang tersedia metal detector guna mengantisipasi adanya senjata tajam ataupun senjata api yang dibawa masuk ke dalam ruang pengadilan. Meski demikian, kondisi itu tak sama dengan pintu samping yang terlihat lenggang tanpa pengamanan ataupun metal detector. Menanggapi hal tersebut, Sugeng mengungkapkan pihaknya kesulitan untuk menyaring para pengunjung yang datang ke lokasi persidangan. “Jumlah pengunjung yang datang kan banyak. Kita sulit untuk memeriksa satu-persatu. Kejadian ini merupakan pelajaran buat kita. Kami akan membahas masalah pengamanan secara lebih lanjut,” imbuhnya.

Kerusuhan berdarah di ruang 306 tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 WIB, usai persidangan ketujuh kasus pembunuhan empat bulan lalu dengan korban manajer Diskotik Klasik, Didi Pontoh dan terdakwa James Venturi. Sidang itu sendiri beragendakan mendengarkan keterangan saksi. Keributan yang berlangsung mendadak tersebut tak mampu dilerai oleh seorang petugas kepolisian dan dua sekurity yang berjaga-jaga di lokasi. Bentrokan berlanjut ke luar ruang sidang. Hingga akhirnya seorang simpatisan almarhum Didik Pontoh, yaitu Stanley Mukuah (26) akhirnya menghembuskan nafas terakhir di tangga gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena luka tusukan di tubuhnya. Sementara seorang lainnya yang diketahui bernama Boy Warukoh (29), terluka parah akibat hantaman benda tumpul di tubuhnya. Sementara terdakwa berhasil diamankan petugas kepolisian yang berada di lokasi.

Petugas Polres Jakarta Pusat dipimpin Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ike Edwin yang mendapat laporan tersebut kemudian melakukan olah TKP. Selain menyita berbagai barang bukti diantaranya, sebuah tiang bendera yang turut digunakan sebagai senjata dalam huru-hara tersebut. Polisi juga menyelidiki identitas pelaku melalui Camera Closed Television (CCTV). Sementara jenazah Stanley dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum. Sedangkan Boy dilarikan ke rumah sakit yang sama untuk mendapat perawatan. Hingga tadi malam, pihak keluarga Stanley yang ditemui wartawan tak mau memberikan keterangan seputar kejadian tersebut. Hari ini jenazah Stanley akan dibawa pihak keluarga ke Kampung Halamannya di Manado.

Pasca kejadian tersebut, pihak Polres Jakarta Pusat telah memintai keterangan terhadap sembilan orang, termasuk seorang Jaksa, seputar insiden maut itu. Meski telah mengidentifikasikan pelaku penusukan, namun polisi belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka. Di lokasi kejadian, informasi, pelaku penusukan berhasil melarikan diri menggunakan motor. (Bachtiar)


Laka Maut, 1 Tewas, belasan Luka

Kopami tabrak pembatas Under Pass, 1 Tewas Belasan Penumpang Luka

Jakarta - Kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Jakarta Pusat. Rabu (22/10) dini hari, sebuah Kopami P 12 Jurusan Senen-Kalideres bernopol B 7057 NP, menabrak dinding pembatas under pass di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (22/10) dini hari. Dalam kecelakaan tersebut, belasan penumpang mengalami luka ringan. Sementara seorang penumpang lainnya tewas di tempat akibat terjatuh ke under pass yang berada sekitar 15 meter di bawah lokasi kejadian.
Haryadi, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan peristiwa berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB. Ketika itu, Kopami berpenumpang belasan orang tersebut melaju kencang dari arah Bungur. “Dari jauh, mobil itu sudah terlihat kencang. Setibanya di pertigaan, saya heran melihat mobil itu tak berbelok ke kiri. Beberapa detik kemudian, mobil telah menabrak dinding pembatas under pass,” kata Haryadi. “Sesaat setelah menabrak, kondisi mobil yang kepalanya kembali ke arah perempatan lampu merah Hotel, menjadi terseret dalam kondisi miring dengan posisi setengah body berada di dinding pembatas. Kondisinya mengereikan. Kaca-kaca mobil pecah semua, dengan kepala penumpang yang keluar dari jendela. Satu penumpang akhirnya terjatuh ke under pass,” ujarnya.
Dikatakan Haryadi, pasca kejadian yang berlangsung tepat di seberang Golden Boutique Hotel tersebut, sang sopir Kopami yang belakangan diketahui beridentitas Andri Tobing, warga Cipinang, Jakarta Timur berusaha kabur, meski tangan kanan dan tubuhnya terluka. “Dia berusaha kabur dengan berbagai alasan. Saya tahan dia dan langsung menghubungi Polsek Kemayoran. Sementara warga lain menolong para penumpang. Polisi yang datang kemudian mengamankan sopir dan membawanya ke RS Mitra Kemayoran untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu. Sementara kondekturnya yang diduga anak perempuan si sopir, melarikan diri,” tukas Haryadi.
Untuk menghindari gangguan arus lalu lintas, petugas Polsek Kemayoran yang datang ke lokasi segera mengevakuasi Kopami naas yang bagian depan dan kanannya telah hancur ke Unit Laka Lantas Polres Jakarta Pusat. Sementara jenazah korban dibawa ke RSCM untuk divisum. Belasan korban lain juga diperbolehkan melanjutkan perjalanan setelah dipastikan tak mengalami luka serius.
Informasi yang berhasil dihimpun SH di lokasi kejadian, korban tewas bernama Sugeng (41) warga Dusun Cangkring 04/01, Desa Pandan Harum, Kecamatan Gabus, Semarang, Jawa Tengah. Sugeng yang baru saja tiba di Jakarta melalui Stasiun Senen, duduk tepat di bangku belakang sopir sebelum akhirnya terlempar keluar dari jendela.
Petugas Laka Lantas Polres Jakarta Pusat masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Dugaan sementara, sopir mengendalikan kendaraan dalam keadaan mabuk dan mengantuk. Sementara itu, hingga pagi ini, Andri masih dalam perawatan insentif RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat. Pihak Rumah Sakit menolak kedatangan wartawan yang hendak meliput dengan alasan pasien tengah ditangani. “Pasiennya sedang ditangani mas. Kondisinya juga tak sadarkan diri,” ujar salah seorang petugas keamanan setempat yang tak mau disebutkan namanya. (Bachtiar)

Senin, 20 Oktober 2008

maling mokat kesetrum

Diduga Maling, Pemuda tanpa Identitas Tewas Tersetrum di Kolam Ikan



Jakarta - Seorang lelaki tanpa identitas, Senin (20/10) pagi, ditemukan tewas di dalam kolam ikan sebuah rumah mewah yang berlokasi Komplek Menteng Cakrawala Rt 03/17 No 9A, Kelurahan Lagoa Koja, Jakarta Utara. Korban diduga merupakan pelaku kejahatan yang hendak menguras harta di rumah tersebut.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh Srimawati (40), salah seorang penghuni rumah setempat. Ketika itu sekitar pukul 06.00 WIB, Srimawati yang tengah membuka pintu utama rumah, kaget melihat tangan yang tersembul keluar dari dalam kolam ikan di depannya. Saat dipastikan, Srimaawati melihat sesosok jenazah yang telah menghitam, mengambang di dalam kolam ikan. Tak hanya itu, ikan-ikan mas yang berada di dalamya pun turut mati. Dirinya kemudian memberitahukan penglihatannya kepada H. Jaja yang tak lain adalah kakak sekaligus pemilik rumah yang langsung melapor ke Polsek Koja.

Petugas Polsek Koja yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah lelaki berperawakan kurus dengan tinggi 170 Cm dengan perkiraan usia sekitar 30 tahun itu ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk divisum. Hasil olah TKP sementara, korban tewas akibat tersengat arus listrik yang ikut terjatuh bersama dirinya ke dalam kolam ikan. Selain tak memiliki kartu identitas, korban yang menganakan pakaian hitam-hitam juga diyakini warga bukanlah penghuni sekitar. Dugaan sementara, pelaku hendak mencuri harta berharga yang berada di rumah dua lantai berwarna gading tersebut. Namun saat memanjat pagar setinggi 3 meter, pelaku tanpa segaja menyenggol kabel dan terjatuh ke dalam kolam ikan berukuran 3X3 meter itu. Untuk kepentingan penyelidikan petugas menyita kabel listrik yang terjatuh ke dalam kolam renang tersebut

Sementara ketika diwawancara wartawan yang datang ke lokasi, H. Jaja yang berprofesi sebagai karyawan Pertamina, mengaku rumahnya sebelumnya juga pernah menjadi korban pencurian. Peristiwa itu sendiri berlangsung sekitar sebulan lalu ketika bulan puasa. Saat itu sang pencuri yang beraksi ketika rumah dalam keadaan kosong berhasil mengambil sebuah handycam miliknya. Namun dirinya belum bisa memastikan apakah lelaki yang ditemukan tewas di rumahnya adalah pelaku yang sama dengan peristiwa tersebut. Petugas Polsek Koja masih menyelidiki kasus ini. (Bachtiar)

Minggu, 19 Oktober 2008

YSI Dilaporkan ke Polda

Yayasan Seni Indonesia Dilaporkan ke Polda

Jakarta – Dituding melakukan pembajakan lagu, Yayasan Seni Indonesia Kamis (15/10) malam, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang penulis lagu-lagu anak, DS Soewitimiharjo (68).

Berdasarkan data di Biro Operasional Polda Metro Jaya, pelanggaran hak cipta ini berawal ketika sehari sebelumnya Soewitimiharjo berada di Toko Buku Gramedia Jl Kebahagian No 109, Jakarta Barat. Di tempat tersebut, dirinya menemukan buku terbitan YSI dengan judul Seleksi Lagu Anak-Anak Populer dan Lagu Anak-Anak Sepanjang Masa. Di dalam isi buku itu, Soewitimiharjo mendapati 16 lagu berikut not angka dan not balok yang dikutip dari buku hasil karyanya tanpa adanya permintaan izin terlebih dahulu.

Kasat Industri dan Perdagangan (Indag) Polda Metro Jaya, AKBP Golkar Pangarso yang dihubungi wartawan pagi ini membenarkan pihaknya menangani kasus tersebut. "Kasusnya kami yang menangani, namun kami belum menerima laporannya secara rinci," ujar Golkar. (Bch)

Feri Impor Bekas Disita Polisi

Feri Bekas Asal Singapura Disita Bea Cukai
Nilai 5 Milyar, Rencana Dijual Per Kilo
Jakarta - Sebuah kapal feri bekas asal Singapura, Kamis (16/10) malam, diamankan petugas Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara di Perairan Teluk Jakarta.
Selain mengamankan kapal bernama New Orlean, petugas turut mengamankan delapan awak yang berada di dalamnya serta sebuah kapal tug boat yang berfungsi sebagai penarik. Para awak yang ditangkap saat ini berada di Polisi Air Mabes Polri, Tanjung Priok Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan berikut barang bukti kedua kapal yang diamankan. Mereka dijerat Undang-undang Kepabeanan tentang pembongkaran barang impor dengan ancaman hukuman satu hingga sepuluh tahun penjara atau denda lima puluh juta hingga lima milyar rupiah.
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Heru Silastiyono, yang ditemui wartawan di lokasi mengatakan, kapal feri bekas berbobot 90 ton tersebut diketahui berasal dari Singapura. Menurut Heru, penyitaan kapal tersebut dikarenakan tak lengkapnya surat kepabeanan. "Sejak sore hari kapal tersebut telah dicurigai dan dipantau. Saat diperiksa ternyata tidak dilengkapi dokumen kepabeanan," jelas Heru.
Menurut Heru, kapal ilegal itu diduga akan dijual dengan cara dibelah-belah. "Diduga kapal sebarat 90 ton ini akan dibesi tuakan dengan cara dijual per kilo. Diperkirakan nilainya mencapai 3,5 - 4 milyar rupiah," imbuhnya.
Rencananya hari ini petugas akan memeriksa lebih lanjut seputar muatan dan tujuan didatangkannya kapal tersebut. Petugas juga masih menyelidiki pihak pemesan kapal ilegal ini. Menurut keterangan salah seorang awak yang tak mau disebutkan namanya, kapal itu dipesan oleh seorang berinisial H.S. Dirinya juga mengaku hanya bertugas menjaga kapal tanpa mengetahui tujuan didatangkannya kapal tersebut. (Bachtiar)

Pengedar Uang Palsu Kegeb

Dua Pengedar Uang Palsu Dibekuk

Jakarta –Dua pengedar uang palsu ditangkap petugas Polsek Bekasi Barat, di Kampung Irian Teluk Pucung bekasi Utara, Kamis (16/10) sore. Dari tangan kedua tersangka petugas menyita 559 lembar uang palsu dalam pecahan 50 dan 100 ribu rupiah.

Terungkapnya kasus ini bermula dari informasi warga sekitar yang mengatakan di sekitar lokasi sering beredar uang palsu. Laporan tersebut ditindaklanjuti petugas dengan melakukan observasi di lokasi. Hasilnya, petugas mendapatkan nama AR dan DR sebagai pengedar uang palsu di lingkungan itu.

Setelah yakin penghuni rumah adalah pengedar uang palsu, petugas segera melakukan pengerebekan. Kedua tersangka tak berkutik ketika petugas menemukan ratusan lembar uang palsu bernilai total puluhan juta rupiah tersebut. Kedua tersangka kemudian digelandang ke Polsek Bekasi Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuataannya. Hingga kini petugas masih menyelidiki . (Bch)

BD Heroin Kegeb

Bandar Heroin Dicokok Polisi

Jakarta – Tertangkap tangan membawa heroin, seorang pengedar heroin berinisial BS, Kamis (16/10), petang ditangkap petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya tepat di seberang pom bensin di Jalan Industri Raya RT 10/06 No 1 Gunung Sahari, Sawah besar, Jakarta Pusat. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa empat paket kecil heroin seberat 4,82 gram. Tersangka berikut barang bukti kemudian digelandang ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, sekitar pukul 02.00 WIB, petugas Polres Jakarta Barat mengamankan dua pengguna narkoba berinisial JO (41) dan RB (31) di Jalan Mangga Besar VII RT 05/05, Tangki, Taman Sari, Jakarta Barat. barang bukti yang berhasil disita petugas yaitu dua paket kecil ganja dibungkus koran seberat 3,6 gram.

Tiga jam sebelumnya, dua pengedar ganja lainnya yang masing-masing berinisial AM dan BH, juga dibekuk polisi di depan puskesmas Tiga Raksa, Jalan Raya Aria Santika Kampung Gudang RT 04/04, Desa Pasir Nangka, Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang. Kedua tersangka yang terbukti membawa tiga bungkus ganja terbungkus koran saat ini telah ditahan di Polres Tiga Raksa dan menjalani pemeriksaan lanjutan untuk proses pengembangan. (Bch)