Jumat, 05 September 2008

Mobil Terbakar

Mobil Terbakar di MT Haryono

Jakarta - Sebuah sedan Fiat bernopol B 1661 LF Jumat (05/08) malam, terbakar di Jl.MT Hariyono, tepatnya di seberang Ditlantas Babinkam Mabes Polri.

Data yang diperoleh dari Traffic Management Centre, peristiwa berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Api diketahui pertama kali terlihat dari bagian kap depan kendaraan. Diduga api tersebut bersumber dari mesin kendaraan.

Tak ada korban jiwa, namun Arus Lalu lintas pancoran menuju Cawang mengalami kemacetan. Petugas Lalu Lintas yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi kendaraan naas tersebut ke Polsek Metro Tebet. (Bch)

Pencurian

Mantan Pegawai PT Timah Indonesia Kecurian

Jakarta – Ditinggal teraweh, sebuah rumah milik mantan pegawai PT Timah Indonesia yang berlokasi di Komplek Timah Blok G No 62, Pangkalan Jati, Limo, Depok, Jumat (05/09) malam menjadi korban pencurian. Dalam aksi kali ini, komplotan pencuri berhasil menggasak I Kg perhiasan emas dan uang tunai delapan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres, Kompol Rohimat mengatakan hasil olah TKP pelaku diketahui masuk ke dalam rumah korbannya dengan cara memotong teralis jendela belakang dan selanjutnya masuk ke dalam kamar utama. “Dari sidik jari yang ditemukan, pelaku diduga berjumlah tiga orang,” kata Kasat. Diungkapkan Rohimat, dilihat dari jejak yang ditinggalkan dan peralatan yang digunakan, pelaku bukanlah komplotan pencuri profesional.

Pencurian ini baru diketahui Dalimi, pemilik rumah saat pulang teraweh. Diduga pelaku beraksi saat Dalimi beserta istri dan anaknya itu tengah sholat teraweh di masjid dekat rumah mereka. Petugas Polsek Depok hingga kini masih meenyelidiki identitas para pelaku. Dugaan kuat, pelaku merupakan orang dekat yang mengetahui kondisi rumah korban. (Bachtiar)

Kamis, 04 September 2008

Bayi Tewas

Bayi Tewas di Samping Don Bosco

Jakarta - Sesosok jenazah bayi berkelamin lelaki, Kamis (04/09) pukul 22.00 WIB ditemukan tergeletak di pinggiran lapangan bola tepat di samping sekolah Don Bosco, di Jalan Mandor Iren, Sunter Jaya, RT 01/09, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Bayi malang yang terbungkus handuk dan perlak putih tersebut pertama kali ditemukan oleh Bahri, warga sekitar yang kebetulan melintasi lokasi. Menurut Hasbullah, keamanan setempat yang ditemui wartawan di lokasi mengatakan selain handuk dan perlak ditubuhnya, ditemukan pula buku yasin dengan alamat yang telah dirobek di samping korban.
Berdasarkan hasil olah TKP petugas Polsek Tanjung Priok yang datang ke lokasi, bayi yang mempunyai ukuran tubuh 30 Cm tersebut diperkirakan berusia satu hari saat menghembuskan nafas terakhirnya. Diduga bayi yang ketika jenazahnya ditemukan tak lagi memiliki ari-ari itu merupakan hasil hubungan gelap. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSCM untuk divisum. Kasus ini hingga kini masih ditangani Polsek Tanjung Priok. (Bch)

Komplek AU Terbakar

4 Rumah di Komplek TNI AU Terbakar



Jakarta - Empat rumah yang berlokasi di Perumahaan Angkasa Pura, Jl komodor 01/05, No C3-C8, Halim, Makassar, Jakarta Timur, Jumat (05/09) dini hari hangus terbakar.

Data yang diperoleh dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, kobaran api yang menghanguskan lima rumah dengan total luas area 24 x 15 meter tersebut pertama kali terlihat pada pukul 02.32 WIB. Sebanyak 24 unit petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur yang datang ke lokasi berhasil memadamkan api secara keseluruhan pada pukul 04.00 WIB. “Api pertama kali berasal dari rumah milik ibu Sanwani. Ketika itu anaknya, Yuyus yang hendak sahur kaget melihat api telah membesar di dapur,” kata Paiman, petugas DPK Jakarta Timur yang dihubungi SH pagi ini.

Petugas Polsek Makassar hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Sementara kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta ruipiah.

Meski selama bulan puasa tahun ini kebakaran yang terjadi di Jakarta Timur baru berjumlah sekali, namun Suku Dinas Pemadam Kebakaran meminta warga untuk mewaspadai dan lebih berhati-hati. “Bulan puasa biasanya terjadi lonjakan peristiwa kebakaran. Kita berharap warga lebih waspada,” pesan Paiman. (Bch)

Rabu, 03 September 2008

Mobil PJR Polda Metro Kok Mau Dimaling

Mobil PJR Polda Metro Jaya Nyaris Digasak Maling


Jakarta - Aksi pencurian mobil nyaris menimpa anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Rabu (03/09) malam di Jl. Hutan Panjang III.

Data yang diperoleh di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, aksi pencurian diketahui oleh Sarif Hidayat, warga setempat. Ketika itu sekitar pukul 18.40 WIB, Sarif melihat mobil PJR Lalulintas bernopol. B 9164 VII 01 - 926 ditinggalkan oleh seorang laki-laki tidak dikenal di depan Toko Air Isi Ulang Kemayoran Jakarta Pusat. . Merasa Curiga, Sarif kemudian melaporkan penglihatannya ke Polsektro Kemayoran. Dalam hitungan menit, sejumlah anggota Polsektro Kemayoran mendatangi lokasi dan mengamankan mobil PJR tersebut.

Kasat PJR Polda Metro Jaya, AKBP Kanton Pinem yang dihubungi SH pagi ini membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan Pinem, saat peristiwa berlangsung Aipda Maryono dan Bripka Sihite W (39), anggota PJR yang mengemudikan mobil Lalulintas dengan wilatah patroli (Beat) Cawang - Tanjung Priuk – Pluit tersebut tengah menyantap makanan berbuka puasa. “Pelaku berhasil diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Kemayoran,” jelasnya. (Bachtiar)

Awasi Tawuran dan Bali

Polda Perketat Pengawasan di Lokasi Tawuran dan Balapan Liar


Jakarta – Guna menciptakan kondisi anam dan nyaman di bulan Ramadhan, Polda Metro Jaya perketat pengawasan di sejumlah lokasi yang ditengarai rawan tawuran dan balapan liar ( Bali ).

Koordinator Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya Kompol Sambodo kepada wartawan kemarin sore mengatakan setidaknya ada 13 lokasi rawan tawuran di Jakarta yang mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Lokasi tersebut diantaranya kawasan Cempaka Putih, Tanah Abang, Kemayoran, Cakung, Jalan Pramuka, Kramat Jati, Jembatan Tiga, Warung Buncit dan lenteng Agung. Menurut Sambodo, dalam jam-jam tertentu yang dinilai rawan seperti selepas terawih dan sahur, selain menempatkan personel lalu lintas, anggota kepolisian di wilayah masing-masing juga akan dikerahkan. “Tawuran dan balapan liar yang kerap menimbulkan keonaran telah sangat meresahkan masyarakat sehingga membutuhkan penanganan pihak kepolisian. Penjagaan keamanan dan kenyamanan ini juga akan terus dilakukan tak hanya di bulan puasa,” tegasnya.

Informasi dihimpun SH, beberapa peristiwa tawuran terjadi sepanjang tadi malam hingga menjelang pagi. Sekitar pukul pukul 21.00 WIB, dengan hanya berbatas jalur jalan raya, puluhan pemuda yang menetap di Cempaka Putih terlibat aksi lempar batu di depan Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Aksi ini tak urung menyebabkan kerusakan pada rumah warga hingga mobil yang melintas di lokasi. Aksi massa baru berakhir setelah petugas Polsek Cempaka Putih mendatangi lokasi. Namun saat sahur, tawuran kembali terjadi.

Perkelahian antar kampung juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti di Jalan Raya KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat sekira pukul 03.00 WIB, Kamis (4/9/2008). Pantauan SH di lokasi, massa yang terlibat tawuran di dekat pos polisi Petamburan itu sebagian besar didominasi oleh remaja. Selain dua lokasi tersebut, aksi yang sama juga terjadi di depan Stasiun Klender dan Jalan Latumenten arah Jembatan dua. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa-peristiwa tawuran yang terjadi di sepanjang malam di Jakarta .

Sementara itu, dalam Operasi Pengebutan Ramadhan yang dilakukan Kamis (04/09) dini hari, Polda Metro Jaya berhasil menindak 177 Pelanggaran dengan barang bukti 28 SIM, 141 STNK. Petugas juga mengamankan delapan unit kendaraan roda dua yang tak memiliki kelengkapan surat . Kasi Gakkum Polda Metro Jaya, Kompol Nurul mengatakan operasi dilakukan dibeberapa tempat di Jakarta yang selama ini rawan pengebutan diantaranya Jalan Pramuka Raya, Fly Over Kemayoran, Lebak bulus dan Kampung Cipinang. (Bachtiar)

Razia PSK Ramadhan

24 PSK Taman Sari Terjaring, Sawah Besar Menjamur



Jakarta - Sebanyak 24 wanita penjaja seks komersial (PSK) diamankan dalam razia yang dilakukan puluhan aparat Kecamatan Taman Sari, Rabu (03/09) malam.

Razia yang dimulai sejak pukul 23.00 WIB dan melibatkan petugas Polsek Taman Sari, unsur Kodim dan ulama setempat dilakukan di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, Lokasari serta lokasi hiburan dangdut jalanan di Kali Besar yang kerap menjual minuman keras. Sempat terjadi tarik menarik antara petugas dengan para PSK yang hendak diangkut. "Saya hanya membeli nasi goreng bukan melacur," ujar Tia (25), warga Mangga Besar XIII, Taman Sari yang ikut terjaring oleh petugas. Sementara di Jalan Kali Besar seorang waria nekat menceburkan diri untuk menghindari kejaran petugas. Puluhan PSK yang terjaring itu kemudian dibawa ke Kantor Kecamatan Taman Sari untuk dilakukan pendataan.
Camat Taman Sari, Gustam Effendi yang ditemui wartawan usai razia mengatakan para pekerja seks yang terjaring selanjutnya akan diserahkan ke Panti Sosial Kedoya. Razia ini sendiri menurutnya dilakukan dalam rangka menciptakan situasi tenang di bulan puasa. Hal senada disampaikan Kapolsek Taman Sari, Kompol Imam Saputra yang kepolisian bersama pihak terkait akan terus melakukan razia baik untuk menjaring pekerja seks, narkoba ataupun petasan guna menciptakan suasana kondusif di bulan ramadhan.
Kembali maraknya kehadiran para pekerja seks komersial di awal puasa yang baru memasuki hari ketiga ternyata tak hanya di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Pantauan SH di sepanjang jalan mulai dari perempatan Gajah Mada menuju Harmoni, puluhan wanita yang siap memberikan kehangatan tubuh juga mulai kembali menjamur.
Bermodalkan ojek yang setia mendampingi terlebih saat petugas akan melakukan razia, puluhan wanita berpakaian seksi ini menebarkan senyuman pada para pengendara motor ataupun mobil yang melintas. Saat tangan yang mereka lambaikan mendapatkan respon, sang PSK kemudian mendekati sasaran mereka untuk melakukan transaksi. Belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Kota Madya Jakarta Pusat terkait maraknya transaksi pelacuran di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat ini. (Bachtiar)