Jumat, 12 September 2008

Bentrokan Manggarai

Pemuda Menteng Trenggulun dan Pasar Rumput Kembali Bentrok

Jakarta – Untuk kesekian kalinya, bentrokan massa yang melibutkan dua kelompok pemuda antar Kampung menteng Trenggulun dan Pasar Rumput kembali terjadi, Sabtu (13/08) dini hari di Jalan Sultan Agung, Manggarai, Jakarta Selatan. Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa ini tak urung membuat halte Busway yang berada di sekitar lokasi kembali mengalami kerusakan berupa pecah kaca.

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 00.30 WIB. Selain bersenjatakan batu dan botol, warga juga mempersenjatai diri dengan bambu dan senjata tajam. Tawuran yang berlangsung sekitar setengah. Untuk membubarkan tawuran kampung ini, petugas Polres Jakarta Selatan datang ke lokasi bahkan terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara. Selain menyebabkan kerusakan halte busway, tawuran ini mengakibatkan ruas Jaan Sultan Agung ditutup selama dua jam.

Bedasarkan data yang dihimpun SH, peristiwa tawuran ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Selama puasa, hampir setiap hari, situasi di lokasi terlihat mencekam karena terjadinya bentrokan antar kampung yang hanya dipisahkan oleh kali tersebut. Beberapa hari lalu, bentrokan antar pemuda Kampung Menteng Trenggulun Pasar Rumput diketahui mengakibatkan halte bus Trans Jakarta mengalami pecah kaca. Ratusan petugas Polres Jakarta Selatan juga tampak terus berjaga-jaga di sekitar lokasi setiap malamnya. Belum diketahui pasti penyebab ritual tawuran di dekat Markas Pom Jayakarta yang selalu terjadi setiap tahun pada bulan puasa ini. (Bachtiar)

Wanita Tua Tewas Terbakar

Wanita Tua Terbakar di Kamar Rumahnya

Jakarta – Seorang wanita tua tewas dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di rumahnya yang berlokasi di Jalan Kelapa Molek IV Blok F No 66 RT 096/19 Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (12/08), malam. Korban yang diketahui bernama Rita (60) ditemukan di kamar yang berlokasi di lantai 3.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Yanti (26), pembantu rumah tangga di sebelah rumah korban yang kebetulan keluar rumah. Seraya berteriak kebakaran, Yanti segera melaporkan penglihatannya kepada sang majikan yang bernama Rifti (21) sebelum akhirnya melapor ke petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara. Sebanyak 10 unit petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara yang datang ke lokasi berhasil memadamkan kobaran api sekitar dua jam kemudian.

Menurut keterangan Deni, petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara yang dihubungi SH pagi ini, sumber kebakaran berasal dari korsleting listrik di plafon lantai satu rumah korban yang mengenai bahan mudah terbakar. Keterangan tersebut diperkuat dengan keterangan Rifti yang mengaku mendengar suara letupan kecil dari rumah korban, selepas dirinya berbuka puasa. “Korban ditemukan di kamarnya yang berada di lantai 3. Empat anggota keluarganya yang lain berhasil selamat,” ujarnya. Diduga kuat saat kejadian berlangsung, korban tengah tertidur.

Petugas Polsek Kelapa Gading hingga kini masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan tiga tempat tinggal di perumahan mewah ini. kerugian yang diderita akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Untuk kepentingan penyelidikan petugas Polsek kelapa Gading mengevakuasi jenazah korban ke RSCM untuk divisum. (Bachtiar)

PSSI Tipu Hotel Kaisar

Tipu Pembayaran 75 Kamar, PSSI Dilaporkan ke Polisi

Jakarta - Akibat membayar biaya penginapan dengan cek kosong, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), dilaporkan ke polisi.

Kepada wartawan di Polres Jakarta Selatan, kemarin sore, Deolipa Yumara, SH, kuasa hukum Hotel Haisar mengatakan pelaporan tersebut dikarenakan pihak PSSI telah berkali-kali mengingkari janjinya untuk memenuhi kewajiban membayar tagihan 75 kamar sebesar Rp 685.783.260.

Menurut Deolipa, kamar tersebut disewa pada tanggal 2 Juli hingga 21 Juli 2008. “Kamar-kamar tersebut digunakan untuk menginap peserta kejuaraan Asean Football Federation (AFF) usia 16 tahun beserta officialnya,” kata Deolipa. “Sesuai perjanjian, PSSI akan menyelesaikan pembayaran paling lambat 18 Juli. Namun hingga perhelatan PSSI selesai, beban tersebut tak kunjung dibayar. Pihak Hotel Kaisar kemudian menagih dan berhasil mendapat cek sebesar Rp 200 juta. Namun saat dicairkan di Bank Mega, cek itu ternyata kosong,” jelasnya.

Sadar tertipu, pihak hotel kemudian kembali menagih. “PSSI kembali mengeluarkan bilyet giro pada tanggal 21 dan 26 Agustus senilai masing-masing Rp 250 juta. Ternyata giro itu bodong juga,” tukas Deolipa. Hal yang sama terjadi7 Juli 2008. Ketika itu manajemen Hotel Kaisar mendapat guarantte letter yang ditandatangani oleh Sekjen PSSI Nugroho Besoes.“Di surat itu Sekjen PSSI berjanji akan membayar pada tanggal 9 Juli 2008 sebesar Rp 150 juta, dan disisanya akan diselesaikan pada tanggal 20 Juli 2008. Tapi hingga tanggal yang dijanjikan, PSSI tak juga membayar,” sahutnya.

Laporan pihak Hotel Kaisar terkait kasus penipuan yang dilakukan PSSi tersebut tercatat dengan nomor laporan 1450/K/IX/2008/RES/Jaksel. (Bachtiar/Bch)

WN Nigeria Tewas

Dua WN Nigeria Pengedar Heroin Tewas Ditembak Polisi

Jakarta – Dalam dua hari berturut-turut, petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menembak mati dua pengedar heroin berkebangsaan Nigeria.
Peristiwa teranyar terjadi Jumat (12/9) dini hari. Berawal dari penggerebekan terhadap Steve (38) yang merupakan hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya di Hotel NC Kemayoran, Jakarta Pusat. Di kamar yang dihuni Steve, petugas menemukan seratus gram heroin berjenis brown sugar senilai 200 juta rupiah yang diakuinya dibeli dari seseorang pria bernama Mek. Petugas pun kemudian meminta Steve untuk menunjukkan tempat tinggal Mek yang diketahui berada di Bukit Sentul, Bogor. "Di tengah perjalanan, Steve meminta ijin untuk buang air kecil yang ternyata merupakan dalihnya untuk berontak dan berusaha melarikan ke perkampungan di kawasan Citeureup,” jelas Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Arman Depari dalam press release yang digelar kemarin sore.
Menurut Arman ketika itu petugas melepaskan satu tembakan ke udara sebagai peringatan agar Steve menghentikan langkahnya. Karena terus berlari, petugas akhirnya mengarahkan tembakan ke bagian kaki da tubuh Steve. Pria asal Nigeria ini pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan dua timah panas yang bersarang di di bagian dada dan punggung. Jenazah Steve pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati untuk divisum. Petugas hingga kini masih memburu Mek yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Dia diduga merupakan anggota sindikat pengedar heroin internasional,” kata Arman.
Sehari sebelumnya, petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya juga menembak mati warga negara Nigeria pengedar heroin 100 gram heroin, Oliver Ochechukwu Osondu (32). Oliver yang merupakan DPO sejak tahun 2006 itu tewas denga tembakan di rusuk kanan, karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap di rumahnya yang beralamat di Jl Mutiara Gading, Perumahan Mutiara Gading, Bekasi Timur. Di hari yang sama, petugas juga pria kulit hitam asal Afrika Selatan, Victor Thembo Macoba, di Jl Jomas RT 02/RW 05 No 1 H, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Dalam penangkapan tersebut, petugas melepaskan tembakan ke betis Victor yang terbukti memiliki 59,6 gram heroin dalam satu bungkus rokok, karena berusaha melarikan diri. Penangkapan Viktor dikembangkan dengan terungkapnya nama Steve (38) yang akhirnya tewas tertembak polisi. (Bachtiar)

Rabu, 10 September 2008

STNK Palsu

Mobil Ber STNK Palsu, Diamankan Polisi

Jakarta – Diduga menggunakan STNK Palsu sebuah mobil Toyota Avanza berwarna Warna Hitam,dengan nopor polisi B 7199 BS diamankan petugas Satuan Penegakan Hukum (Gakum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya,yang melakukan operasi rutin di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kemarin pagi.
Dihubungi melalui telepon genggamnya, Kasat Gakum Dit Lantas PMJ, AKBP Nanang Avianto membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, kasus ini telah diserahkan ke Sat V Pencurian Kendaraan Bermotor (Ranmor) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. “Kasus dan barang bukti telah kita serahkan ke Sat Ranmor,” jelasnya.
Nanang mengatakan teknologi yang digunakan pelaku pemalsuan saat ini telah semakin berkembang sehingga nyaris tak ada perbedaan antara STNK asli dan palsu. “Untuk orang awam mungkin akan kesulitan untuk membedakannya. Tapi ada perbedaan antara tulisan dan cetakannya. Kejelian petugas sangat diharapkan dalam membedakan STNK asli ataupun palsu ini,” kata Nanang. “Kami menyarankan bagi para pembeli kendaraan yang merasa ragu dengan keabsahan surat-suratnya agar terlebih dahulu mengecek ke Dit Lantas Polda Metro Jaya,” lanjutnya seraya mengakhiri pembicaraan. (Bch).

Pengedar Ganja Depok

Empat Pengedar Ganja Dibekuk di Depok

Jakarta – Empat pengedar ganja tertangkap di Depok, Rabu (10/09) malam. Dari tangan Keempat tersangka yang masing-masing berinisial Bk, AS, Hm dan IYH petugas menyita 11 paket ganja seiap edar.
Penangkapan pertama berlangsung di Jalan Benuang Raya RT 05/11, bakti Jaya Sukmajaya, Depok, pukul 20.00 WIB. Di lokasi setempat petugas menangkap HM dengan barang bukti 2 ampel ganja kering siap edar yang dibungkus dengan kertas. Penangkapan kedua terjadi di Jalan Target RT 01/29, Abadi Jaya, Sukmajaya, Depok. Selain membekuk BK dan AS, petugas juga menyita 5 paket ganja kering.
Masih di jam yang sama, petugas juga mengamankan seorang pengedar lain yaitu IYH yang terbukti menyimpan dan mengdarkan ganja dengan barang bukti 4 paket ganja kering. Keempat tersangka kemudian digelandang ke Polres Depok untuk menjalani pemeriksan lebih lanjut. (Bch)

Tahu Formalin

Peracik dan Penjual Tahu Berformalin Ditangkap

Jakarta – Enam peracik dan penjual tahu berformalin ditangkap dalam razia yang digelar petugas gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM), Disperindag DKI Jakarta, Depkes, dan BNP DKI Jakarta.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Arman Depari saat press release, Rabu (10/09) sore mengatakan ketujuh tersangka diamankan di dua lokasi pembuatan tahu berformalin yaitu di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan dan Jatinegara, Jakarta Timur. Sebanyak tujuh jeriken berisi seratus liter formalin dan tiga unit mesin pembuat tahu dijadikan barang bukti. Menurut Arman, berdasarkan pengakuan para tersangka yang masing-masing bernama Wardi, Mundofar, Siman, Sutarno, Jecky Mulyawan dan Tukino umumnya mereka telah menggeluti bisnis tahu formalin selama satu tahun. Sementara tahu yang diproduksi setiap harinya mencapai puluhan ton dengan omzet ratusan juta rupiah. “Tahu berformalin yang diproduksi mereka langsung diedarkan ke sejumlah pasar tradisional di sekitar Jakarta . Setahun produksi, satu pabrik tahu menghasilkan omzet sebanyak 2,3 miliar rupiah.
Arman mengatakan mereka yang tertangkap dijerat Pasal 80 Undang-Undang (UU) RI No 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan Pasal 55 UU No 7 tahun 1996 tentang pangan. “ Para tersangka juga melanggar Peraturan Menteri Kesehatan RI No 168/Menkes/Per/X/1999,” ujar Arman. Sementara Wakil Kepala Disperindag DKI Jakarta, Supeno, menuturkan formalin tidak bisa diedarkan secara bebas di pasaran dan harus memiliki izin untuk pembeliannya. Diungkapkan Supeno pihaknya mengindikasi sebagian besar pabrik tahu di Jakarta menggunakan formalin. Untuk mengatasi hal itu, polisi dan Disperindag DKI Jakarta akan mengintensifkan pemeriksaan dan penyuluhan ke sejumlah pemilik pabrik tahu.
Supeno menjelaskan tahu berformalin mempunyai ciri-ciri ;ebih keras dan kenyal. Tahu ini memang mempunyai daya tahan yang lebih lama karena menggunakan bahan yang digunakan untuk mengawetkan jenazah. Sementara untuk tahu yang tidak dicampur formalin hanya akan tahan selama satu hari. Meski demikian, penggunaan tahu berformalin dalam waktu lama akan mengakibatkan efek samping terkena penyakit, diantaranya kanker. (Bachtiar)