Selasa, 14 Oktober 2008

Pembunuh Mahasiswi Gundar Dikenali Korbannya

Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Gunadarma, Dikenal Korban



Jakarta - Polisi hingga kini masih belum menemukan titik terang pelaku pembunuhan Irma Yuli (19), mahasiswi semester 1 jurusan kebidanan Universitas Gunadarma Salemba yang ditemukan tewas mengenaskan di kawasan Kampus UI, Senin (13/10) sore lalu. Meski demikian, polisi meyakini pelaku adalah orang yang dikenal korban yang tadi malam jenazahnya telah dibawa orangtuanya dari RS Polri Kramat Jati untuk dikebumikan tak jauh dari tempat tinggal mereka di Kampung Baru Timur RT 01/08, Cikampek Utara, Kota Baru, Karawang, Jawa Barat.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Kapolsek Beji Depok, AKP Ardien Hutagaol saat dihubungi SH, Rabu (15/10) pagi. Berdasarkan keterangan pemilik kos, ada suara lelaki yang meledek korban saat berkomunikasi dengannya melalui telepon genggam saat berada di Stasiun Manggarai. Indikasi itu juga terlihat pada luka yang tampak pada tubuh korban. “Kemungkinan korban diajak ke lokasi pembunuhan oleh pelaku,” ungkap Ardien. Namun Ardien mengatakan pihaknya belum mengetahui apakah pelaku telah bersama korban sejak di Cikampek atau bertemu di Jakarta .

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok, Komisaris Polisi (Kompol) Rohimat mengatakan sejauh ini pihaknya baru mendatangi sebuah toko di Cikampek yang ditengarai sempat disinggahi korban sebelum keberangkatannya ke Jakarta . “Hasil olah TKP kami menemukan sebuah tiket kereta yang telah terpakai dengan tujuan Karawang – Jakarta . Selain itu juga ditemukan sepasang sepatu yang diduga dipakai korban serta dua pasang sandal bermotif mickey mouse yang diduga dibeli korban di sebuah toko di Cikampek. Kemarin kami sudah mendatangi toko itu untuk mencari petunjuk.,” jelas Rohimat. Pihak Polsek Beji dan Polres Depok juga masih menyelidiki pemilik suara yang terdengar saat korban berkomunikasi dengan ibu semang di kosannya.

Sementara itu ditemui wartawan di RS Kramat Jati, Nursyah ayah korban mengatakan, Irma diketahui berangkat dari rumah pada hari minggu dengan membawa uang tunai lebih dari tujuh juta rupiah. Lima juta diantaranya adalah uang pemberian orangtua yang akan dibayarkan ke kampusnya, sedangkan lainnya adalah uang sisa lebaran yang diberikan kerabatnya. Nursyah mengungkapkan dirinya baru mengetahui putri keduanya telah tiada dari Nani, ibu kos tempat Irma tinggal. Berdasarkan cerita yang diberikan oleh Nani, di hari yang sama dengan keberangkatannya, Irma sempat berkomunikasi melalui telepon genggamnya dan mengatakan tengah berada di Manggarai. Nani juga memberitahu bahwa dirinya mendengar celetukan seorang pria kepada korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga hari sebelumnya korban ditemukan tewas di semak-semak di pintu gerbang kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Senin (13/10), sore. Saat ditemukan, kondisi korban terlihat mengenaskan dengan luka lebam di leher, perut dan puggungnya. Korban juga dicurigai diperkosa terlebih dahulu sebelum dihabisi nyawanya. Kecurigaan itu muncul berdasarkan kenyataan posisi celana jins korban saat ditemukan telah turun hingga sepaha, serta celana dalam yang robek tepat di bagian kewanitaannya. Meski sejumlah harta seperti HP, tas dan dompet berisi uang korban dinyatakan raib, namun beberapa perhiasan yang menempel di tubuh korban diketahui tak menghilang. (Bachtiar)

Tidak ada komentar: